Masing-masing bengkel, baik yang resmi maupun umum, memiliki plus dan minus. “Servis di bengkel resmi dilakukan oleh teknisi yang telah dilatih oleh untuk menjamin pengerjaan yang sesuai standar kami,” ungkap Yuda Resigama Anggoro, Asistant Manager Service Marketing PT Nissan Motor Indonesia (NMI).
“Keuntungan dari servis berkala di bengkel resmi adalah garansi sampai dengan 100 ribu km atau 3 tahun, tergantung mana yang lebih dulu,” lengkap Hairil Anwar, National Service Department Head PT Astra International-Toyota Sales Operation, Auto2000. “Untuk kelipatannya, dimulai dari 1.000 km, 10 ribu km, dan seterusnya kelipatan 10 ribu atau 6 bulan,” lanjut Hairil.
Lainnya, berkaitan dengan kualitas produk yang dipakai. Bengkel resmi tidak mengenal onderdil ‘KW’ atau mengakali supaya bisa tetap berfungsi. “Pada dasarnya, komponen yang diakali hanya menambah sedikit usia komponen. Dalam waktu singkat pasti akan rusak lagi. Jika sudah begini, kerusakan yang terjadi dapat merambah komponen lain,” tegas Hairil.
Beda dengan bengkel umum. Jika masih bisa diatasi, biasanya konsumen bengkel umum minta untuk tidak diganti. “Seperti sensor-sensor, penyakit yang umum adalah kotor. Setelah dibersihkan dapat bekerja lagi,” urai Akon, pemilik bengkel umum Akon Racing Team di bilangan Kedoya, Jakarta Barat.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar